Minggu, 30 Maret 2014

Posted by Unknown in | 00.40 No comments
Bayi laki-laki berusia tiga hari yang ditemukan di dalam kardus susu di pos ronda Nagari Limo Koto, Keca­ma­­tan Tanjung Ampalu, Selasa (25/3) dini­hari lalu akhirnya mendapatkan orang­tua ang­­kat.

Tidak tanggung-tanggung, yang me­­nga­dopsinya adalah Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi. Sebenarnya, tidak ha­nya kapolres yang berminat mengadopsi bayi yang ditemukan seorang petugas ke­po­lisian setelah menangis tanpa henti se­lama dua jam di pos ronda itu.

Be­berapa jam setelah dibawa ke puskesmas, banyak ibu-ibu yang berkunjung dan menyatakan keinginan menga­dopsi, tapi karena pertimbangan kese­hatan, hari itu belum ada yang diizinkan mengadopsi. Begitu juga dengan Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi.

Sugeng Riyadi mengaku me­­ng­a­dopsi bayi itu karena pang­gilan dari dalam lubuk ha­tinya untuk membesarkan anak itu. Sisi kebapakan Sugeng Ri­ya­di dalam menanggapi ka­sus pembuangan bayi itu juga terli­hat le­bih dominan. Perwira yang se­bentar lagi akan bergelar dok­tor tersebut akhirnya memutuskan menjadi orang tua dari sang anak.

Bahkan tanpa pikir pan­jang, bayi laki-laki yang sudah dibe­ri­kannya nama Barra Atthaya Par­vaiz itu langsung dibawanya pu­lang ke rumah dinas di Mua­ro Sijunjung.

“Anak saya keduanya pe­rem­puan, dan niat kita ikhlas dan tulus untuk menjadikan Barra sebagai anak. Walau pun su­dah dibawa ke rumah, saya te­tap menunggu keputusan dari dinas sosial,” sebutnya.

Sejak dirawat di Puskesmas Tanjung Ampalu, anak laki-laki yang sudah berumur 6 hari tersebut terlihat sehat. Sugeng Riyadi juga berharap, dengan men­jadi ayah dari Barra akan men­datangkan berkah dalam ke­­luarganya.

”Mudah-mu­da­han Barra menjadi berkah bagi kami sekeluarga, dan kita akan be­rusaha merawat Barra hing­ga menjadi anak yang berguna ba­gi agama dan bangsa, sesuai dengan arti nama yang kita beri yakni “pemberian yang bersih dan bahagia,” ujar kapolres. 

Sumber : padangekspres.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Search