
Tidak tanggung-tanggung, yang mengadopsinya adalah Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi. Sebenarnya, tidak hanya kapolres yang berminat mengadopsi bayi yang ditemukan seorang petugas kepolisian setelah menangis tanpa henti selama dua jam di pos ronda itu.
Beberapa jam setelah dibawa ke puskesmas, banyak ibu-ibu yang berkunjung dan menyatakan keinginan mengadopsi, tapi karena pertimbangan kesehatan, hari itu belum ada yang diizinkan mengadopsi. Begitu juga dengan Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi.
Sugeng Riyadi mengaku mengadopsi bayi itu karena panggilan dari
dalam lubuk hatinya untuk membesarkan anak itu. Sisi kebapakan Sugeng
Riyadi dalam menanggapi kasus pembuangan bayi itu juga terlihat
lebih dominan. Perwira yang sebentar lagi akan bergelar doktor
tersebut akhirnya memutuskan menjadi orang tua dari sang anak.
Bahkan tanpa pikir panjang, bayi laki-laki yang sudah diberikannya
nama Barra Atthaya Parvaiz itu langsung dibawanya pulang ke rumah
dinas di Muaro Sijunjung.
“Anak saya keduanya perempuan, dan niat kita ikhlas dan tulus untuk
menjadikan Barra sebagai anak. Walau pun sudah dibawa ke rumah, saya
tetap menunggu keputusan dari dinas sosial,” sebutnya.
Sejak dirawat di Puskesmas Tanjung Ampalu, anak laki-laki yang sudah
berumur 6 hari tersebut terlihat sehat. Sugeng Riyadi juga berharap,
dengan menjadi ayah dari Barra akan mendatangkan berkah dalam
keluarganya.
”Mudah-mudahan Barra menjadi berkah bagi kami sekeluarga, dan kita akan berusaha merawat Barra hingga menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa, sesuai dengan arti nama yang kita beri yakni “pemberian yang bersih dan bahagia,” ujar kapolres.
Sumber : padangekspres.co.id
”Mudah-mudahan Barra menjadi berkah bagi kami sekeluarga, dan kita akan berusaha merawat Barra hingga menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa, sesuai dengan arti nama yang kita beri yakni “pemberian yang bersih dan bahagia,” ujar kapolres.
Sumber : padangekspres.co.id
Home







0 komentar:
Posting Komentar