Senin, 31 Maret 2014

Posted by Unknown in | 23.19 No comments
Ob­jek wisata alam air terjun yang menjadi kebanggaan Kabu­pa­ten Limapuluh Kota, tahun ini kembali gagal dipromosikan melalui iven olahraga ber­se­pe­da internasional Tour de Sing­karak (TdS) 2014 yang digelar setiap tahun di Sumatera Barat. Sebab infrastruktur seperti jalan yang terlalu sempit, penataan pedagang di kawasan objek wisata hingga jalan tembus dari kawasan lembah Harau, belum juga dibenahi.

Padahal kesempatan emas untuk mempromosikan Lem­bah Harau dengan keindahan dan keunikan alamnya itu, sa­ngat potensial dilakukan de­ngan menjadikan Lembah H­a­rau sabagai salah satu rute atlet pesepeda dari berbagai negara di dunia tersebut. Artinya seca­ra langsung warga man­ca­na­gera yang menjadi pebalap dan oficial dari masing-masing be­la­han dunia, bisa menyaksikan dan menikmati keindahan alam yang pasti akan di pro­mo­sikan secara langsung melalui cerita yang dialami.

“Tahun ini, Lembah Harau memang kembali tidak akan dilewati sebagai salah satu rute TdS. Pebalap sepeda dari ber­bagai negara yang akan men­jadi peserta nantinya, dia­rah­kan hanya finis di Kantor Bupati Limapuluh Kota dan mene­rus­kan ke Kelok 9, kemudian kem­bali lagi ke Kota Payakumbuh menujui Batusangkar, Kabu­paten Tanah Datar,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pari­wisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Limapuluh Kota, Zulhikmi.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Budparpora disela-sela mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dan Launching per­siapan TdS di Kota Padang, Minggu(30/3) kemarin. Me­nu­rut Zulhikmi, iven akbar olah­raga bersepeda internasional dalam upaya promosi wisata dan ekonomi kreatif tersebut akan digelar pada tanggal 7-16 Juni mendatang.

Terkait dengan pelaksanaan TdS yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif, salah seorang tokoh masyarakat Luak Limopuluah yang sekaligus perantau, Aziz, menilai Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota lamban me­manfaatkan kesempatan dengan baik. Karena pada iven TdS, Lembah Harau yang seha­rusnya menjadi objek wisata yang patut di promosikan se­ca­ra lebih baik ke du­nia internasional dengan potensi alaminya yang eksotis, kembali tidak menjadi salah satu rute yang dilewati.

“Tentunya kita harus ber­fikir lebih jauh kedepan terkait progres pengembangan objek wisata. Khususnya untuk Lem­bah Harau yang sudah tidak diragukan lagi potensinya. Per­bai­kan infrastruktur jalan, pe­ngi­napan dan fasilitas lainya ha­rus menjadi bahan pe­mi­kiran untuk dibenahi secara tun­tas. Sehingga potensi wisata lai­nya di Limapuluh Kota, juga akan bisa dibenahi secara ber­ta­­hap,” ungkap tokoh masya­ra­kat perantau yang juga pena­sehat Gonjong Limo Bandung itu.

Sepertinya upaya pem­be­na­han objek wisata tidak men­jadi perhatian serius pe­m­e­rintah daerah, kata Aziz, sebab menurutnya tidak saat ini saja, keberadaan objek wisata Lem­bah Harau yang sudah terbentuk sejak lama, tidak terlihat menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sehingga setelah datang sekali, pengunjung tidak tertarik untuk mengulanginya kembali.

“Terlepas dari TdS, jika be­gini kondisinya Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh sebagai daerah yang berada diperlintasan akan antara Sum­bar dan Riau serta provinsi lainya di pulau Sumatera, hanya akan jadi kota “dadah” saja, se­bab tidak akan dikunjungi se­bagai tempat yang perlu di­singgahi,” sentil tokoh perantau yang kini berada di Kota Ban­dung, Jawa Barat itu.

Terpisah Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Syukron, membenarkan mi­nim­nya arah kebijakan pem­ba­ngunan infrastruktur dika­wa­san objek wisata Lembah Ha­rau. Sehingga se­cara kasat mata dampak yang bisa di­ra­sakan secara langsung saat ini, adalah tidak di ikutsertakan objek wisata tersebut, menjadi salah satu jalur yang dilewati dalam iven TdS.

“Sebenarnya memang rugi kita tidak bisa mempromosikan objek wisata Lembah Harau saat iven dunia ini. Namun apa hendak dikata, prioritas pem­bangunan infrastruktur dinas pariwisata belum mengarah secara maksimal ke kawasan tersebut,”ungkap anggota DP­RD dari Fraksi PKS itu me­nya­yangkan.

Bahkan Sukron mem­be­ber­kan, tahun 2014 ini tidak terlihat adanya arah pembangunan untuk pelebaran infrastruktur jalan menuju Lembah Harau. Padahal jalannya yang sempit sebagai akses menuju objek wisata, sangat vital.

“Jika ken­daraan berpapasan sangat sulit di jalan yang kecil dari pintu masuk Lembah Harau di Nagari Sarilamak hingga ke objek wi­sata air terjun didasar lembah itu. Sayangnya, setahu kita di Komisi C, tidak ada arah pem­bangunan untuk pelebaran ja­lan kekawasan tersebut tahun 2014 ini,” sebut Syukron. Anehnya, saat sejumlah objek wisata belum tergarap maksimal, pemerintah daerah me­ngajukan anggaran pem­bangunan kolam renang.

Sumber : padangekspres.co.id

Minggu, 30 Maret 2014

Posted by Unknown in | 23.26 No comments
Kapolda Sumbar mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pemilu di daerah itu relatif aman.
"Secara umum relatif aman, namun semua anggota polisi dituntut selalu siap siaga," kata Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Hermanto, saat melakukan kujungan kerja ke Mapolres Dharmasraya, Minggu (30/3).
Menurut dia, personel kepolisian tidak boleh lengah, meskipun setuasi relatif maman karena situasi dapat berubah. "Situasi dapat berubah seketika. Kelengahan bisa berakibat fatal," ujarnya.
Terkait penyuksesan pemilu, dia mengatakan, semua pihak bertanggung jawab, mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
"Memang semua bertanggung jawab untuk kesuksesan pemilu, namun untuk kemanan dari sabotase, utamanya menjadi tanggungjawab polisi," katanya.
Kemanan pmilu kata dia, dapat dicapai jika setiap personel polisi memahami dan mengerti tugasnya dalam pemilu.
Lebih alanjut kapolda mengatakan, di Kabupaten Dharmasraya ada sebanyak 16 orang suku anak dalam yang ikut berpartisipasi pada pemilu kali ini, hal itu perlu mendapatkan perhatian lebih oleh anggota.

"Karena baru kali ini suku anak dalam ikut pemilu, tentunya perlu menjadi perhatian lebih dari pihak kepolisian yang ada di sini," katanya.
Menurut dia, Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yang diperuntukan bagi suku anak dalam pada pemilihan 9 April nanti perlu dilakukan penjagan utuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
Pada kesempatan itu, kapolda juga menyinggung tentang sikap kepolisian. Sikap polisi kata dia, jelas netral dalam pemilu. "Sikap kita jelas netral. Tidak memihak pada salah satu peserta pemilu. Untuk itu saya ingatkan jajaran Polda Sumbar jangan coba-coba ikut berpolitik, jika terbukti ikut serta maka akan diberikan sanksi tegas," katanya.

Sumber : antarasumbar.com
Posted by Unknown in | 23.13 No comments
Rute event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) di Sumatera Barat yang akan digelar pada 7-15 Juni menempuh jarak 1.250 kilometer.
"Pada TdS 2014 ini, pebalap akan melalui rute sepanjang 1.250 kilometer yang terbagi dalam sembilan etape, dan melibatkan 18 kabupaten/kota di Sumbar" kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Indonesia Sapta Nirwandar saat soft lounching TdS 2014 di Padang, Minggu.
Ia mengatakan, dibanding penyelenggaraan TdS 2013, yang berjarak 1.000 kilometer dengan 17 daerah yang dilalui, tahun ini panjang rute bertambah karena adanya tambahan daerah yang akan dilalui peserta, yakni Kabupaten Pasaman Barat.
Dikatakannya, pada penyelenggaraan TdS yang ke-enam di Ranah Minang itu, etape pertama akan dimulai di Kabupaten Padang Pariaman dan finish di Kota Pariaman tepatnya di Pantai Gondoriah yang menjadi salah satu ikon wisata daerah itu.
"Di Kabupaten Padang Pariaman sekaligus tempat pembuka ajang itu. Total panjang etape pertama ini sejauh 116 kilometer," katanya.
Sementara itu pada etape dua yang dimulai pada 8 Juni, start akan dimulai di Kabupaten Pasaman dan finis di Kabupaten Pasaman Barat, dengan panjang rute 143 kilometer.
Pada etape tiga, pebalap akan menempuh rute sepanjang 121 kilometer, pada etape itu pertandingan akan dimulai di Kabupaten Limapuluh Kota dan finis di Kabupaten Tanah Datar.
Di etape empat, Kota Bukittingi menjadi tempat start selanjutnya akan finis di Kabupaten Agam, dengan panjang rute 181 Kilometer.
Etape lima pada ajang itu menempuh rute sejauh 121 kilometer, dimulai di Kota Payakumbuh, finis di Kabupaten Solok. Etape enam menempuh jarak sejauh 135 kilometer, dimulai di Kota Padang Panjang dan finis di Kota Solok.
Kabupaten Sijunjung menjadi tempat start pada etape tujuh, rute ini finis di Kabupaten Dharmasraya, panjang rute itu yakni 125 kilometer.
Sementara itu pada etape delapan dan sembilan, masing -masing etape berjarak 183 kilometer dan 125 kilometer.
Etape Sembilan akan dimulai di Kabupaten Pesisir Selatan dan finis di Kota Padang sekaligus tempat penutupan event tahunan itu.
Ia mengatakan, semua jalur itu akan disiapkan satu bulan jelang pelaksanaan ajang TdS.

Sumber : antarasumbar.com 

Search