Jumat, 14 Maret 2014

Posted by Unknown in , | 23.27 No comments
Kabupaten Pasaman merupakan salah satu ja­lur masuknya narkoba di Sum­­bar. Hasil tangkapan Pol­resta Padang dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar di Padang, memperlihatkan bahwa barang-barang haram tersebut dibawa dari provinsi tetangga dan melewati jalur darat.

Melihat kondisi itu, Polres Pasaman harus intensif dan proaktif melakukan patroli dan razia sehingga narkoba tidak mudah masuk ke Sumbar.

Data Polres Pasaman, pada tahun 2013 terjadi 18 kasus nar­koba yang berhasil ditumpas dengan jumlah tersangka 28 orang. Sedangkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 62 kilogram (Kg) gan­ja dan 14,1 gram sabu-sabu.

Di tahun 2014 ini tiga kasus di tiga TKP berbeda berhasil diungkap Polres Pasaman. Penangkapan pertama ber­lang­sung di Komplek Perikanan Jorong Lambak, dari tangan pelaku ganja seberat 20,7 gram disita petugas.

Kasus kedua, di Sawah Ta­rok Jorong Rambahan Timur, Nagari Tanjung Betung Rao Se­latan. Satu orang pelaku di­tang­kap, berdasarkan pe­ngem­ba­ngan dari penangkapan pelaku sebelumnya.

Terakhir penangkapan, di Jalan Hamka Tanjung Beringin Lubuk Sikaping. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sabu seberat 0,18 gram.

Kendati berhasil, di satu sisi pengungkapan kasus narkoba itu belum menyentuh bandarnya.  Narkoba bebas masuk ke Sumbar melalui jalur darat, salah satu pintu masuknya me­lalui Kabupaten Pasaman. 

Polres Pasaman tak me­nyam­pik hal tersebut. Sebagai lang­kah antisipasi, Polres Pasaman mengadakan penyuluhan nar­koba untuk siswa dan ma­sya­rakat.

Kapolres Pasaman AKBP Joko Purnomo menyebutkan, Ka­bupaten Pasaman merupakan daerah yang terletak di lintas Sumatera.

Kondisi demikian, tidak di­pung­kiri berpotensi menjadi persembunyian dan tempat peredaran serta jalur lintas narkoba. “Kita maklumi kondisi tata letak daerah kita, di daerah perlintasan. Masyarakat se­bagai mitra polisi diharapkan ikut membantu pencegahan peredaran dan pe­nya­lah­gu­naan narkoba,” terangnya.

Polres Pasaman sudah m­e­la­­kukan sosialisasi dan pe­nyul­u­han terhadap siswa di SMK Pasaman pada Selasa (11/3). Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kepada masyarakat kemarin (13/3) di aula Polres Pasaman.

Kasat Narkoba Polres Pa­saman, AKP Gusdi me­nye­but­kan, kasus narkoba yang berhasil diungkap polisi selama ini baru menangkap pe­makainya saja. Ia berdalih sang bandar narkoba pada umumnya be­rada di provinsi tetangga dan lainnya.

Kabid Humas Polda Sum­bar AKBP Syamsi mengatakan, sesuai intruksi Kapolda Sumbar, polres-polres di daerah per­batasan termasuk Polres Pa­sa­man harus proaktif untuk menumpas peredaran narkoba. Pasalnya saat ini Sumbar men­jadi salah satu provinsi yang men­jadi incaran bandar-ban­dar besar narkoba dari provinsi tetangga. “Polres perbatasan ha­rus giat menumpas p­e­re­daran narkoba yang semakin menghawatirkan,” ujarnya.

Untuk itu, setiap personel intel yang ada diminta untuk meningkat daya jelajah informasinya, sehingga informasi peredaran narkoba dapat di­la­cak kemudian diungkap de­ngan mudah. 

Sumber : padangekspres.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Search