![]() |
| Ilustrasi |
Pemicunya adalah pria berinisial R, 43, itu kesal jalan
yang akan dilalui terhalang dua kendaraan di depannya. Pistol
langsung ditodongkan. Tapi yang terjadi, justru dia yang diburu warga dan nyaris babak belur.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres menyebutkan, saat peristiwa terjadi dua mobil yang berlawanan dengan mobil R berhenti di depan pos ronda perumahan setempat. Tak lama kemudian, R datang dengan mobil Avanza
BA 1777 BL, tujuan rumah sewaannya di kompleks yang sama. Diduga
karena jalan jadi sempit, R langsung memaki-maki. Salah seorang warga
bernama Andri minta agar R tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Tapi
jawabannya justru bertolak belakang. R langsung turun dari mobilnya dan
mencabut pistol dengan menodongkan ke kepala Andri.
Menyikapi itu, Andri yang saat itu duduk bersama
temannya di atas mobil dengan Doni, ternyata tidak gentar. Dia justru
meminta R untuk langsung menembak kepalanya. Di saat yang sama warga
yang ada dalam pos ronda langsung ke luar dan melarang.
Diduga karena takut banyaknya warga, R langsung cabut
tancap gas dengan mobilnya. Warga yang cukup ramai di pos ronda tidak
tinggal diam. Mereka pun
mengejar R hingga ke rumah sewaannya yang ha nya berjarak sekitar 300
meter dari pos ronda. Di rumah sewaannya, R, nyaris babak belur
dihajar warga. Malam itu juga peristiwa penodongan senjata oleh pria
yang mengaku dari BIN ini langsung dilaporkan ke Polresta Bukittinggi.
Warga langsung menyerahkan R beserta sepucuk senjata api yang digunakannya mengancam warga kepada petugas.
Ketua Kompleks Perumahan Sakinah Biaro, Nofrizon minta
penegak hukum memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Terlepas apakah
dia benar-benar dari BIN atau hanya mengaku-mengaku dari BIN, aksi
koboi yang dilakukan bersangkutan jelas melanggar hukum dan harus
diproses sesuai hukum,” ujar Nofrizon yang juga anggota DPRD Sumbar.
Nofrizon mengaku, bahwa korban yang ditodong dengan
pistol adalah sopirnya. Dia waktu itu sedang duduk di pos ronda bersama
warga. ”Eh tahu-tahunya ada orang yang menodongkan pistol kepada
anggota saya. Kalau benar yang bersangkutan anggota BIN, patut
dipertanyakan dan dicabut keanggotaanya” tegas politisi Demokrat ini.
Kapolresta Bukittinggi, AKBP Amirjan mengatakan, bahwa
aksi koboi yang dilakukan R sudah diantisipasinya dengan
mengamankan senjata pada malam kejadian. Sementara R sendiri diminta
menormalkan miskomunikasi dengan warga tempat dia tinggal, karena yang
bersangkutan adalah benar anggota sipil BIN yang bertugas di Limapuluh
Kota, Payakumbuh dan Tanahdatar serta menyewa rumah di perumahan
Sakinah Biaro.
Dia menegaskan, terlepas yang bersangkutan adalah
anggota sipil BIN atau tidak, menodongkan senjata kepada masyarakat
sipil tanpa alasan yang dibenarkan adalah pelanggaran hukum. “Makanya
langkah pertama, senjatanya harus kita amankan,” tegas Amirjan.
Sumber : padangekspres.co.id
Sumber : padangekspres.co.id
Home








0 komentar:
Posting Komentar