Sabtu, 29 Maret 2014

Posted by Unknown in | 00.37 No comments
Ilustrasi
Seorang pria yang mengaku dari Badan Intelijen Negara (BIN), nyaris ba­bak belur dihajar warga Kom­pleks Perumahan Sakinah Biaro, Am­pek Angkek, Kabu­paten Agam, sekitar pukul 20.30, Kamis (27/3).

Pemicunya adalah pria ber­inisial R, 43, itu kesal jalan yang akan dilalui terhalang dua ken­da­raan di depannya. Pistol lang­sung ditodongkan. Tapi yang terjadi, justru dia yang diburu warga dan nyaris babak belur.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres menyebutkan, saat peristiwa terjadi dua mobil yang berlawanan dengan mobil R berhenti di depan pos ronda perumahan setempat. Tak lama kemudian, R datang dengan mobil Avanza BA 1777 BL, tu­juan rumah sewaannya di kom­pleks yang sama.  Diduga kare­na jalan jadi sempit, R lang­sung memaki-maki. Salah se­orang warga bernama Andri minta agar R tidak mengeluarkan ka­ta-kata kasar. Tapi jawabannya justru bertolak belakang. R langs­ung turun dari mobilnya dan men­cabut pistol de­ngan meno­dong­kan ke kepala Andri.

Menyikapi itu, Andri yang saat itu duduk bersama te­man­nya di atas mobil dengan Do­ni, ternyata tidak gentar. Dia justru meminta R untuk lang­sung menembak kepalanya. Di saat yang sama warga yang ada dalam pos ronda langsung ke luar dan melarang.

Diduga karena takut ba­nyak­nya warga, R langsung ca­but tancap gas dengan mobil­nya. Warga yang cukup ramai di pos ronda tidak tinggal diam. Mere­ka pun mengejar R hingga ke rumah sewaannya yang ha­ nya berjarak sekitar 300 meter dari pos ronda. Di rumah se­waan­nya, R, nyaris babak belur diha­jar warga. Malam itu juga peris­tiwa penodongan senjata oleh pria yang mengaku dari BIN ini langsung dilaporkan ke Polresta Bukittinggi. Warga lang­­sung me­nyerahkan R beserta sepucuk sen­jata api yang digunakannya meng­­ancam warga kepada petugas.

Ketua Kompleks Peru­ma­han Sakinah Biaro, Nofrizon minta penegak hukum mem­prosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Terlepas apakah dia benar-benar dari BIN atau ha­nya mengaku-mengaku dari BIN, aksi koboi yang dilakukan bersangkutan jelas melanggar hukum dan harus diproses se­suai hukum,” ujar Nofrizon yang juga anggota DPRD Sumbar.

Nofrizon mengaku, bahwa korban yang ditodong dengan pistol adalah sopirnya. Dia wak­tu itu sedang duduk di pos ronda bersama warga. ”Eh tahu-ta­hunya ada orang yang meno­dongkan pistol kepada anggota saya. Kalau benar yang ber­sangkutan anggota BIN, patut dipertanyakan dan dicabut keanggotaanya” tegas politisi Demokrat ini.

Kapolresta Bukittinggi, AKBP Amirjan mengatakan, bahwa aksi koboi yang dila­kukan R sudah diantisipasinya dengan mengamankan senjata pada malam kejadian. Semen­tara R sendiri diminta menor­malkan miskomunikasi dengan warga tempat dia tinggal, karena yang bersangkutan adalah benar anggota sipil BIN yang bertugas di Limapuluh Kota, Payakum­buh dan Tanahdatar serta me­nyewa rumah di perumahan Sakinah Biaro.

Dia menegaskan, terlepas yang bersangkutan adalah ang­gota sipil BIN atau tidak, meno­dongkan senjata kepada ma­syarakat sipil tanpa alasan yang dibenarkan adalah pelanggaran hukum. “Makanya langkah per­­ta­ma, senjatanya harus kita amankan,” tegas Amirjan. 

Sumber : padangekspres.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Search