Sabtu, 22 Maret 2014

Posted by Unknown in | 19.12 No comments
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Payakumbuh menyayangkan sikap tidak taat aturan yang diperlihatkan oleh calon anggota legislatif dari sejumlah partai di daerah itu dalam memasang alat peraga kampanye (APK).
"Baru empat hari yang lalu alat peraga kampanye (APK) para caleg yang melanggar aturan ini kami turun paksa, tapi sekarang sudah kembali menjamur," kata Ketua Panwaslu Payakumbuh Elfaiz di Payakumbuh, Sabtu.
Menurutnya, tidak mungkin masih ada caleg, tim sukses atau parpol yang tidak mengetahui aturan terkait alat peraga kampanye.
"Seharusnya caleg dan partai politik memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat, bukan memberi contoh buruk," kata dia.
Tindakan "menghalalkan" segala cara untuk bisa duduk sebagai anggota legislatif tanpa menghiraukan aturan perundang-undangan, menurutnya, dapat memperburuk kepercayaan masyarakat pada hal-hal yang berkaitan dengan politik, sehingga mungkin saja tingkat partisipasi masyarakat bisa menurun pada Pileg 2014.
"Padahal kami berharap seluruh masyarakat mau menggunakan hak pilihnya pada Pemilu nanti," katanya.
Ia mengatakan pihaknya sekarang sedang mendata ulang alat peraga kampanye yang melanggar aturan itu untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua KPU Hetta Mambayu mengungkapkan hal serupa. Bahkan, menurut dia, setelah penertiban siang hari, malam harinya sudah ada yang kembali memasang APK yang melanggar aturan itu.
"Kami sungguh tidak habis pikir," katanya.
Ia menyadari kondisi keuangan penyelenggara pemilu dan Pemkot Payakumbuh terkait penertiban alat peraga kampanye memang tidak menguntungkan. Belum lagi jumlah personel Satuan Pol PP yang terbatas. Hal tersebut membuat penertiban tidak dapat seringkali dilakukan.
Sejumlah caleg dan parpol, menurut dia, sudah memahami persoalan itu dan memanfaatkannya dengan tetap memasang APK yang melanggar aturan pasca penertiban.
"Hal ini sangat kami sayangkan karena sangat ironis melihat orang-orang yang seharusnya paham aturan malah suka melanggar aturan," kata Hetta.
Ia berharap sebelum masa tenang Pemkot Payakumbuh bersama penyelenggara pemilu dapat melakukan penertiban sekali lagi.
Sumber : antarasumbar.com

0 komentar:

Posting Komentar

Search