Selasa, 04 Maret 2014

Posted by Unknown in , | 08.26 No comments

Pohon Tumbang, Atap Terbang, Pos Lantas Roboh

Belum hilang kabut asap hasil pembakaran hutan di Provinsi Riau, bencana alam kembali menyelimuti Kota Payakumbuh, Pro­vin­si Sumbar. Kemarin sore (3/3), hujan deras yang diharapkan dapat meng­hi­langkan kabut asap, justru datang bersama angin kencang yang menum­bangkan sejumlah pohon pelindung dan menerbangkan atap bangunan milik penduduk.

Informasi yang diperoleh Padang Ekspres dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Payakumbuh menyebutkan, hujan disertai angin kencang kemarin sore, mengakibatkan pohon tumbang dan atap bangunan terbang di 8 lokasi.

Di antaranya di Kelurahan Balai Nan Duo, Kelurahan Padangtinggi, Jalan Kemuning Bonai Kelurahan Payo­lan­sek, dan Simpang Kasda Kelurahan Parakbatuang. Kemudian di Jalan Tan Malaka Kelurahan Bunian dan Puskes­mas Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Di Kelurahan Balai Nan Duo, hujan badai menumbangkan tiga batang pohon seri yang berada di belakang bangunan SD bertingkat. Ketiga batang seri yang tumbang itu menghimpit sebuah tempat pencucian mobil milik Ketua FKPPI Payakumbuh Markariyos.

”Di dalam pencucian mobil, terda­pat dua unit mobil, jenis Avanza dan Honda Jazz. Keduanya, ikut ditimpa bangunan pencucian mobil,” kata Ke­pa­la BPBD Payakumbuh Yufnani Away, didampingi Kasi Kedaruratan Nurich­las dan Kasi Pencegahan Joni Amir kepada Padang Ekspres.

Masih di Kelurahan Balai Nan Duo, kata Yufnani Away, hujan badai me­num­bangkan pohon pelindung yang berada di depan kantor Dinsosnaker Limapuluh Kota, sehingga membuat macet Jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ompek. ”Selain di depan kantor Din­sos­naker itu, hujan badai juga menum­bangkan pohon jambu di belakang lesehan Peto. Sehingga menghalangi jalan ke Perguruan Mahad Islamy,” beber Yufnani Away.

Sementara di Kelurahan Padang Tinggi, sebuah pohon jambu yang berada di Simpang BLK, persisnya di belakang warung Bakso Iga, ikut tum­bang, sehingga menimpa badan jalan. ”Tidak dari jauh dari tempat tersebut, persisnya di Jalan Imam Bonjol, depan kantor Disdukcapil Payakumbuh, po­hon pelindung juga tumbang dan meng­halangi arus lalu-lintas. Begitu pula di depan SMK Kosgoro.

Sementara di Jalan Kemuning, de­kat perumahan Bonai, Kelurahan Payo­lan­­­sek, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga. Sedang­kan di Jalan Soedirman, Simpang Kas­da, Kelurahan Parakbatuang, angin ken­­cang menumbangkan Pos Lalu Lin­tas yang sering ditongkrongi petu­gas untuk menilang pelanggar kendaraan.

Adapun di Kelurahan Bunian, hujan badai menerbangkan atap teras rumah guru SMAN 3 Doniril. ”Atap teras rumah saya ini baru saja dibong­kar akibat terkena pembangunan tro­toar. Kini diterbangkan pula oleh angin,” kata Doniril. Adapun di Kelu­rahan Tarok, sebatang pohon kelapa, menghimpit bangunan Puskes­mas setempat. Beruntung paramedis yang tinggal di sana, selamat dari terjangan pohon kelapa tersebut.

Sampai tadi malam, BPBD Paya­kumbuh masih membersihkan pohon-pohon pelindung yang tumbang, teru­tama yang menghalangi badan jalan dan menimpa bangunan. ”Total keru­gian akibat bencana ini, belum bisa kami taksir, karena kami masih bersia­ga, menunggu kabar dari kelurahan. Diperkirakan, masih ada kelurahan lain yang dilanda hujan badai,” kata Yufnani Away, didampingi Joni Amir dan Nurichlas.

0 komentar:

Posting Komentar

Search