Puskesmas, Mushala, dan Rumah juga Rusak
Hujan badai yang menerjang Payakumbuh,
Senin (3/3) sore, ternyata tidak hanya merobohkan Pos Polantas di
Simpang Kasda dan menumbangkan pohon pelindung di Kelurahan Balai Nan
Duo, Tarok ataupun Kelurahan Padangtinggi, namun juga
memporak-porandakan rumah gadang Suku Kampai di Kelurahan
Sungaipinago serta merusak atap Puskesmas Tarok dan atap Mushala Hidayah
Padangtinggi. Bukan itu saja, hujan badai yang datang
setelah Payakumbuh diselimuti kabut asap ikut menerbangkan kanopi dan
atap rumah penduduk di Kelurahan Bunian.
Selain itu juga menumbangkan pohon manggis dan pohon kelapa yang tumbuh di samping rumah warga Padangtinggi, Payolansek, dan Talang. Sehingga sampai Selasa (8/3) sore, sudah 8 unit rumah di kelurahan-kelurahan tersebut yang dilaporkan rusak berat.
Walau berakibat cukup fatal, tapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Payakumbuh, belum merekomendasikan kepada Wali Kota Riza Falepi, untuk menetapkan status darurat ataupun tanggap darurat atas bencana hujan badai yang sempat mencemaskan warga Payakumbuh dan membuat arus listrik padam total di seluruh kawasan tersebut.
Selain itu juga menumbangkan pohon manggis dan pohon kelapa yang tumbuh di samping rumah warga Padangtinggi, Payolansek, dan Talang. Sehingga sampai Selasa (8/3) sore, sudah 8 unit rumah di kelurahan-kelurahan tersebut yang dilaporkan rusak berat.
Walau berakibat cukup fatal, tapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Payakumbuh, belum merekomendasikan kepada Wali Kota Riza Falepi, untuk menetapkan status darurat ataupun tanggap darurat atas bencana hujan badai yang sempat mencemaskan warga Payakumbuh dan membuat arus listrik padam total di seluruh kawasan tersebut.
“Kami belum meminta wali kota menetapkan
status darurat bencana ataupun tanggap darurat bencana sebagaimana
dimaksud dalam UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana,
karena sampai hari ini, belum ada peningkatan eskalasi ancaman akibat
hujan badai tersebut,” kata Kepala BPBD Payakumbuh Yufnani Away,
didampingi Kasi Kedaruratan Nurichlas dan Kasi Pencegahan Joni Amir
kepada Padang Ekspres.
Kendati demikian, menurut Yufnani Away,
BPBD Payakumbuh sudah melakukan pemantauan dan pendataan akibat
hujan badai. Berdasarkan pantauan disimpulkan, bahwa hujan badai yang
melanda Payakumbuh Senin sore merobohkan rumah gadang dan Pos
Polantas, menumbangkan pohon pelindung, dan menerbangkan atap
bangunan di 17 lokasi.
Lokasi paling parah diterjang hujan badai
adalah Padangtinggi. Di kelurahan ini, hujan badai tidak hanya
merobohkan pohon pelindung di Jalan Imam Bonjol depan kantor Disdukcapil, dan pohon jambu di Simpang BLK, persisnya di belakang
warung bakso Iga milik AKP Zahari Almi. Namun juga merobohkan pohon
manggis, sehingga menimpa rumah Afdal dan Mushalla Al-Hidayah.
Selanjutnya, angin kencang yang datang
bersama hujan deras menumbangkan pohon kelapa di RT 2/RW 2 Padangtinggi,
persisnya di belakang Perumahan Bonai, sehingga menimpa rumah warga
bernama Naharidar. Kemudian, angin kencang juga menumbangkan pohon
durian di RT 1/RW 1 Padangtinggi, hingga menimpa rumah yang dihuni
keluarga Datuak Mahalano Nan Batuah.
“Totalnya, ada 6 lokasi yang terkena hujan
badai di Kelurahan Padangtinggi,” kata Nurichlas dan Joni Amir yang
turun ke lokasi kejadian. Ini juga diinformasikan Ketua LPM
Padangtinggi Taufik BAc kepada Padang Ekspres. “Hujan badai Senin sore, benar-benar mengerikan,” kata Taufik yang juga Caleg Partai Hanura untuk DPRD Payakumbuh itu.
Selain di Kelurahan Padangtinggi, dampak
hujan badai yang melanda Payakumbuh, juga terlihat nyata di Kelurahan
Balai Nan Duo, Kelurahan Parakbatuang, Kelurahan Sungaipinago, dan
Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Serta di Kelurahan
Tarok, Kelurahan.
Padang kaduduak, dan Kelurahan Bunian, Kecamatan Payakumbuh Utara.
Di Kelurahan Balai Nan Duo, angin
menumbangkan tiga batang pohon seri yang berada di belakang SD
bertingkat, sehingga menimpa bangunan pencucian mobil milik Ketua FKPPI
Markariyos. Sebanyak dua unit mobil yang parkir di dalam tempat
pencucian tersebut, ikut tergores dan rusak akibat tertimpa bangunan.
Kemarin, pohon seri yang tumbang terlihat sudah bersih.
Selanjutnya, angin juga menumbangkan
pohon di dekat rumah orang tua Almaisyar di Balai Nan Duo. Kemudian,
pohon di belakang lesehan Peto, sehingga menghalangi jalan ke
Perguruan Mahad Islamy. Serta, pohon di depan kantor Disdukcapil
Limapuluh Kota. Kemarin, pohon-pohon tersebut juga sudah dibersihkan.
Sedangkan di Kelurahan Sungaipinago,
angin menghancurkan rumah gadang kebanggaan kaum Datuak Soyieh dari
Suku Kampai, Koto Nan Ompek. Seluruh bangunan rumah gadang yang hanya
digunakan saat ada pertemuan keluarga tersebut rata dengan tanah. Mujur,
tidak ada warga yang melintas, saat rumah gadang itu rubuh.
Sementara di Kelurahan Tarok, angin
kencang menerbangkan separoh atap bangunan Puskesmas Tarok.
Sedangkan di Kelurahan Talang, angin menerbangkan atap rumah
warga bernama Indin, dan menumbangkan sebatang pohon, sehingga
menimpa sebuah rumah yang berada di depan lapangan Bola Palano Jaya.
Sumber : padangekspres.co.id
Home








0 komentar:
Posting Komentar