Rabu, 05 Maret 2014

Posted by Unknown in , | 08.35 No comments

Puskesmas, Mushala, dan Rumah juga Rusak

Hujan badai yang menerjang Paya­kum­buh, Senin (3/3) sore, ternyata tidak hanya merobohkan Pos Polantas di Simpang Kasda dan menumbangkan pohon pelindung di Kelurahan  Balai Nan Duo, Tarok ataupun Kelurahan Padangtinggi, namun juga mem­­po­rak-porandakan rumah ga­­dang Suku Kampai di Ke­lu­ra­han Sungaipinago serta merusak atap Puskesmas Tarok dan atap Mushala Hidayah Padangtinggi. Bukan itu saja, hujan badai yang datang setelah Payakumbuh diselimuti kabut asap ikut menerbangkan kanopi dan atap rumah penduduk di Kelurahan Bu­nian. 

Selain itu juga me­num­bang­kan pohon manggis dan pohon kelapa yang tumbuh di sam­ping rumah warga Pa­dang­tinggi, Payolansek, dan Talang. Sehingga sampai Selasa (8/3) sore, sudah 8 unit rumah di kelurahan-kelurahan tersebut yang dilaporkan rusak berat.

Walau berakibat cukup fatal, tapi Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Payakumbuh, belum mere­ko­men­da­sikan kepada Wali Kota Riza Falepi, untuk menetapkan status darurat ataupun tanggap darurat atas bencana hujan badai yang sempat mencemaskan warga Payakumbuh dan membuat arus listrik padam total di seluruh kawasan tersebut.

“Kami belum meminta wali kota menetapkan status darurat bencana ataupun tanggap darurat bencana sebagaimana di­mak­sud dalam UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Ben­ca­na, karena sampai hari ini, belum ada peningkatan eskalasi an­ca­man akibat hujan badai tersebut,” kata Kepala BPBD Payakumbuh Yufnani Away, didampingi Kasi Kedaruratan Nurichlas dan Kasi Pencegahan Joni Amir kepada Padang Ekspres.

Kendati demikian, menurut Yufnani Away, BPBD Paya­kum­buh sudah melakukan pemantauan dan pendataan akibat hu­jan badai. Berdasarkan pantauan disimpulkan, bahwa hujan badai yang melanda Payakumbuh Se­nin sore merobohkan rumah ga­dang dan Pos Polantas, me­num­­bang­kan pohon pelindung, dan menerbangkan atap ba­ngu­nan di 17 lokasi.

Lokasi paling parah diterjang hujan badai adalah Padangtinggi. Di kelurahan ini, hujan badai tidak hanya merobohkan pohon  pelindung di Jalan Imam Bonjol depan kantor Disdukcapil, dan pohon jambu di Simpang BLK, persisnya di belakang warung bakso Iga milik AKP Zahari Almi. Namun juga merobohkan pohon manggis, sehingga menimpa rumah Afdal dan  Mushalla Al-Hidayah.

Selanjutnya, angin kencang yang datang bersama hujan deras menumbangkan pohon kelapa di RT 2/RW 2 Padangtinggi, per­sis­nya di belakang Perumahan Bo­nai, sehingga menimpa ru­mah warga bernama Naharidar. Kemudian, angin kencang juga menumbangkan pohon durian di RT 1/RW 1 Padangtinggi, hing­ga menimpa rumah yang dihuni keluarga Datuak Mahalano Nan Batuah.

“Totalnya, ada 6 lokasi yang ter­kena hujan badai di Kelurahan Padangtinggi,” kata Nurichlas dan Joni Amir yang turun ke lokasi kejadian. Ini juga di­in­for­ma­sikan  Ketua LPM Pa­dang­tinggi Taufik BAc kepada Padang Ekspres. “Hujan badai Senin sore, be­nar-benar mengerikan,” kata Taufik yang juga Caleg Partai Ha­nura untuk DPRD Paya­kum­buh itu.

Selain di Kelurahan Pa­dang­tinggi, dampak hujan badai yang melanda Payakumbuh, juga ter­lihat nyata di Kelurahan Balai Nan Duo, Kelurahan Par­ak­ba­tuang, Kelurahan Sungaipinago, dan Kelurahan Talang, Ke­ca­ma­tan Payakumbuh Barat. Serta di Kelurahan Tarok, Kelurahan.

Padang kaduduak, dan Ke­lu­ra­han Bunian, Kecamatan Pa­yakumbuh Utara.

Di Kelurahan Balai Nan Duo, angin menumbangkan tiga ba­tang pohon seri yang berada di belakang SD bertingkat, sehingga menimpa bangunan pencucian mobil milik Ketua FKPPI Mar­kariyos. Sebanyak dua unit mobil yang parkir di dalam tempat pencucian tersebut, ikut tergores dan rusak akibat tertimpa ba­ngu­nan. Kemarin, pohon seri yang tumbang terlihat sudah bersih.

Selanjutnya, angin juga me­num­bangkan pohon di dekat rumah orang tua Almaisyar di Balai Nan Duo. Kemudian, po­hon di belakang lesehan Peto, se­hingga menghalangi jalan ke Perguruan Mahad Islamy. Serta, pohon di depan kantor Disdukcapil Limapuluh Kota. Kemarin, pohon-pohon tersebut juga su­dah dibersihkan.

Sedangkan di Kelurahan Su­ngai­pinago, angin meng­han­cur­kan rumah gadang kebanggaan kaum Datuak Soyieh dari Suku Kam­pai, Koto Nan Ompek. Se­luruh bangunan rumah gadang yang hanya digunakan saat ada pertemuan keluarga tersebut rata dengan tanah. Mujur, tidak ada warga yang melintas, saat rumah gadang itu rubuh.

Sementara di Kelurahan Ta­rok, angin kencang me­ner­bang­­kan separoh atap bangunan Puskesmas Tarok. Se­dang­kan di Ke­lurahan Talang, angin me­ner­bang­kan atap rumah war­ga be­r­­nama Indin, dan me­num­bang­kan sebatang po­hon, se­hingga menimpa se­buah rumah yang berada di depan lapangan Bola Palano Jaya.

Sumber : padangekspres.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Search