
Peluru terpaksa dimuntahkan dari moncong senjata personel Brimob,
Jumat (14/3/2014), karena penanganan persuasif tak mampu lagi
menghentikan kebringasan massa.
Kerusuhan di Kantor KPU Kabupaten Nunukan ini bermula dari aksi yang
dilakukan sekelompok masyarakat yang tidak menerima hasil Pemilihan Umum
Legislatif. Mereka awalnya memprotes keputusan Panitia Pengawas
Pemilihan Umum yang dianggap kurang tegas terhadap calon anggota
legislatif yang melakukan pelanggaran.
Orang yang tidak bertanggungjawab lalu memprovokasi massa, sehingga mereka melakukan aksi mengepung Kantor KPU Nunukan.
Massa yang sudah terprovokasi mulai melakukan tindakan anarkis. Sejumlah anggota Polisi diturunkan untuk mengamankan situasi di lapangan. Dengan menggunakan tameng, para personel Polisi tersebut berupaya menghalang massa masuk ke Kantor KPU Nunukan. Di luar gedung, massa telah membakar ban bekas.
Tindakan persuasif tak mampu menghalau massa, sejumlah personel Brimob yang mengendarai sepeda motor, datang dan berupaya menghalau massa dengan berkali-kali melakukan tembakan ke udara. Namun upaya itu juga tak diindahkan massa, sehingga memaksa Polisi memuntahkan peluru dari senjata. Rentetan suara tembakan itu memaksa massa mundur. Beberapa diantaranya menjadi korban, terkena peluru.
Setelah para pengunjuk rasa meninggalkan tempat, Pemadam Kebakaran Nunukan berupaya memadamkan api di halaman Kantor KPU Nunukan.
Sebelumnya, pada simulasi skenario pengamanan tahapan Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Kabupaten Nunukan, Polisi berupaya mengamankan seorang calon anggota legislatif dan penyusup yang menyerangnya.
Saat itu, calon tersebut berorasi di hadapan para pendukungnya. Saat itulah seorang penyusup masuk ke kerumunan massa dan berusaha menyerang calon anggota legislatif itu. Atas kesigapan aparat, penyusup itu berhasil diamankan.
Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Pangaribuan mengatakan, simulasi yang dilaksanakan melibatkan satuan Kepolisian, TNI, Brimob, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas dan petugas Pemilihan Umum Kabupaten Nunukan.
Simulasi menggunakan persenjataan alat khusus dan alat utama yang dimiliki Polri dengan melibatkan 1 kompi Brimob Polres Nunukan sebanyak 120 orang Tim Anarkis Brimob.
"Kita melaksanakan kegiatan ini dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu Legislatif 2014 yang sebentar lagi kita laksanakan di Kabupaten Nunukan. Kita persiapkan apa yang kita miliki, kemampuan kita optimalkan kemudian kita sinergi dengan satuan yang ada sehingga diharapkan nanti pelaksanaannya dapat damai dan terkendali," ujarnya.
Soal kerawanan pada pelaksanaan Pemilu 2014, Kapolres Nunukan mengatakan, kemungkinan ada orang-orang yang mau mengacaukan Indonesia dengan melakukan tindakan sabotase.
"Misalkan memprovokasi dengan isu sesat, yang tidak beradab, tidak bermoral. Itu yang kita khawatirkan. Justru kita berharap masyarakat lah yang memadamkan itu. Isu-isu itu jangan dibiarkan. Padamkan, karena kita bangsa yang bermartabat, bermoral, beragama, tentunya kita jangan sampai mau menerima provokasi isu sesat itu. Dosa nanti," ujarnya.
Pihaknya juga berjanji akan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku provokasi, karena tindakan itu sudah tidak manusiawi.
"Mudah-mudahan di Nunukan ini tidak ada seperti itu. Kita berdoa bersama," katanya.
Orang yang tidak bertanggungjawab lalu memprovokasi massa, sehingga mereka melakukan aksi mengepung Kantor KPU Nunukan.
Massa yang sudah terprovokasi mulai melakukan tindakan anarkis. Sejumlah anggota Polisi diturunkan untuk mengamankan situasi di lapangan. Dengan menggunakan tameng, para personel Polisi tersebut berupaya menghalang massa masuk ke Kantor KPU Nunukan. Di luar gedung, massa telah membakar ban bekas.
Tindakan persuasif tak mampu menghalau massa, sejumlah personel Brimob yang mengendarai sepeda motor, datang dan berupaya menghalau massa dengan berkali-kali melakukan tembakan ke udara. Namun upaya itu juga tak diindahkan massa, sehingga memaksa Polisi memuntahkan peluru dari senjata. Rentetan suara tembakan itu memaksa massa mundur. Beberapa diantaranya menjadi korban, terkena peluru.
Setelah para pengunjuk rasa meninggalkan tempat, Pemadam Kebakaran Nunukan berupaya memadamkan api di halaman Kantor KPU Nunukan.
Sebelumnya, pada simulasi skenario pengamanan tahapan Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Kabupaten Nunukan, Polisi berupaya mengamankan seorang calon anggota legislatif dan penyusup yang menyerangnya.
Saat itu, calon tersebut berorasi di hadapan para pendukungnya. Saat itulah seorang penyusup masuk ke kerumunan massa dan berusaha menyerang calon anggota legislatif itu. Atas kesigapan aparat, penyusup itu berhasil diamankan.
Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Pangaribuan mengatakan, simulasi yang dilaksanakan melibatkan satuan Kepolisian, TNI, Brimob, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas dan petugas Pemilihan Umum Kabupaten Nunukan.
Simulasi menggunakan persenjataan alat khusus dan alat utama yang dimiliki Polri dengan melibatkan 1 kompi Brimob Polres Nunukan sebanyak 120 orang Tim Anarkis Brimob.
"Kita melaksanakan kegiatan ini dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu Legislatif 2014 yang sebentar lagi kita laksanakan di Kabupaten Nunukan. Kita persiapkan apa yang kita miliki, kemampuan kita optimalkan kemudian kita sinergi dengan satuan yang ada sehingga diharapkan nanti pelaksanaannya dapat damai dan terkendali," ujarnya.
Soal kerawanan pada pelaksanaan Pemilu 2014, Kapolres Nunukan mengatakan, kemungkinan ada orang-orang yang mau mengacaukan Indonesia dengan melakukan tindakan sabotase.
"Misalkan memprovokasi dengan isu sesat, yang tidak beradab, tidak bermoral. Itu yang kita khawatirkan. Justru kita berharap masyarakat lah yang memadamkan itu. Isu-isu itu jangan dibiarkan. Padamkan, karena kita bangsa yang bermartabat, bermoral, beragama, tentunya kita jangan sampai mau menerima provokasi isu sesat itu. Dosa nanti," ujarnya.
Pihaknya juga berjanji akan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku provokasi, karena tindakan itu sudah tidak manusiawi.
"Mudah-mudahan di Nunukan ini tidak ada seperti itu. Kita berdoa bersama," katanya.
Sumber : tribunnews.com
Home







0 komentar:
Posting Komentar