Minggu, 16 Maret 2014

Posted by Unknown in | 22.45 No comments
Jelang Pelatihan Mentawai Megathrust
Sebanyak dua Hercules, dua pesawat dan dua helikopter telah mendarat di Ban­dara International Mi­nangkabau (BIM) dan Lanud Tabing, Sabtu (15/3) dan Minggu (16/3). Ke­hadiran pesawat dan helikopter itu untuk dropping logistik dan latihan prajurit untuk menggelar Common Post Exercise (CPX)/Field Training Exercise (FTX) Mentawai Megathrust Distar­ter Relief Exercise (MM Direx).

Dua Hercules tersebut: C-130 Hercules Skadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdul Rachman Saleh Malang yang mendarat di BIM, Sabtu (15/3). Sementara sa­tu unit CN-295 Skadron Udara 2 Halim Perdanakusuma, dan satu unit C-212 Casa Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Sa­leh.

Kemudian, dua helikopter yakni Super Puma Skadron 8 La­nud Hatang San­jaya Bogor dan Heli Co­libri mendarat di Lanud Tabing, kemarin.

“Hercules, CN-295 dan Casa berguna untuk melakukan dropping logistic, dan prajurit yang terlibat dalam pelatihan,” kata Komandan Lanud Tabing Letkol PNB HKD Handaka, kepada war­tawan, kemarin.

Manuver kedua pesawat dan dua helikopter itu menuai decak ka­­gum warga Padang. Begitu men­­daratlogistik SAR dan para prajurit diturunkan.
Handaka mengatakan, ada se­kitar 4.000 pasukan yang ter­libat dalam latihan. Yakni, per­s­onel TNI, ­Polri, ­SAR­dan re­la­wan. 

“Banyak kegiatan yang dilakukan nanti. Seperti latihan pemotretan udara untuk memantau dan menilai tingkat kerusakan secara cepat pascabencanaseperti jembatan putus, jalan retak, dan gedung runtuh,” ungkapnya.

“Sesuai janji  pedagang, mereka meminta agar diberi kesempatan berjualan terakhir hari ini (kemarin, red),” ujar Camat Padang Barat, Amasrul.

Sesuai hasil rapat beberapa hari lalu, para pedagang menyatakan kesiapannya membuka kios dan lapaknya sendiri. Meski demkian, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan.

Satu unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan pembongkaran yang dilakukan Satpol-PP, kepolisian dan TNI.

Mantan Camat Kototangah itu optimistis proses pembongkaran tuntas hari ini. Sebab, pada 18 Maret, dilakukan pralatihan sebagai tahap awal latihan puncak pada 21 Maret yang diikuti 18 negara. “Bagaimanapun juga, kegiatan ini harus kita dukung karena ini kegiatan nasional,” akunya.

Asisten I Setko Padang, Wedistar membenarkan para pedagang telah bersedia membongkar bangunan mereka sendiri. “Dalam perjanjian dengan pedagang yang ditandatangani beberapa tahun lalu itu, kawasan Pantai Purus hanya ditempati sementara oleh pedagang. Karena itu, sewaktu-waktu bisa diambil Pemko jika dibutuhkan. Untuk sementara kita beri mereka kesempatan dulu. Nanti setelah itu, kita akan buat sentra pedagang kuliner agar rapi dan tertata,” sebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Padang, Deno Indra Firmansyah. 

Sumber : padangekspres.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Search