| Jelang Pelatihan Mentawai Megathrust |
Dua Hercules tersebut: C-130 Hercules Skadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdul Rachman Saleh Malang yang mendarat di BIM, Sabtu (15/3). Sementara satu unit CN-295 Skadron Udara 2 Halim Perdanakusuma, dan satu unit C-212 Casa Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh.
Kemudian, dua helikopter yakni Super Puma Skadron 8 Lanud Hatang Sanjaya Bogor dan Heli Colibri mendarat di Lanud Tabing, kemarin.
“Hercules, CN-295 dan Casa berguna untuk melakukan dropping logistic, dan prajurit yang terlibat dalam pelatihan,” kata Komandan Lanud Tabing Letkol PNB HKD Handaka, kepada wartawan, kemarin.
Manuver kedua pesawat dan dua helikopter itu menuai decak kagum warga Padang. Begitu mendarat, logistik SAR dan para prajurit diturunkan.
Handaka mengatakan, ada sekitar 4.000 pasukan yang terlibat dalam latihan. Yakni, personel TNI, Polri, SAR, dan relawan.
“Banyak kegiatan yang dilakukan nanti. Seperti latihan pemotretan
udara untuk memantau dan menilai tingkat kerusakan secara cepat
pascabencana, seperti jembatan putus, jalan retak, dan gedung runtuh,” ungkapnya.
“Sesuai janji pedagang, mereka meminta agar diberi kesempatan berjualan terakhir hari ini (kemarin, red),” ujar Camat Padang Barat, Amasrul.
Sesuai hasil rapat beberapa hari lalu, para pedagang menyatakan
kesiapannya membuka kios dan lapaknya sendiri. Meski demkian, pihaknya
tetap akan melakukan pengawasan.
Satu unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan pembongkaran yang dilakukan Satpol-PP, kepolisian dan TNI.
Mantan Camat Kototangah itu optimistis proses pembongkaran tuntas
hari ini. Sebab, pada 18 Maret, dilakukan pralatihan sebagai tahap awal
latihan puncak pada 21 Maret yang diikuti 18 negara. “Bagaimanapun juga, kegiatan ini harus kita dukung karena ini kegiatan nasional,” akunya.
Asisten I Setko Padang, Wedistar
membenarkan para pedagang telah bersedia membongkar bangunan mereka
sendiri. “Dalam perjanjian dengan pedagang yang ditandatangani beberapa
tahun lalu itu, kawasan Pantai
Purus hanya ditempati sementara oleh pedagang. Karena itu,
sewaktu-waktu bisa diambil Pemko jika dibutuhkan. Untuk sementara kita
beri mereka kesempatan dulu. Nanti setelah itu, kita akan buat sentra
pedagang kuliner agar rapi dan tertata,” sebut Kepala Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan (Disparbud) Padang, Deno Indra Firmansyah.
Sumber : padangekspres.co.id
Sumber : padangekspres.co.id
Home







0 komentar:
Posting Komentar