
Kebijakan meliburkan sekolah dari TK sampai SLTA di Payakumbuh, berdasarkan rapat koordinasi dengan SKPD terkait. Sehubungan dengan memburuknya udara Payakumbuh, sejak Minggu (9/3), akibat asap kiriman dari daerah Riau.
Dinas Kesehatan Provinsi pun telah mengirim timnya ke Payakumbuh, dibawah pimpinan Kabid Penanggulangan Penyakit dan Bencana, dr. Irene. Tim Dinkes Sumbar menilai, udara Payakumbuh dalam level berbahaya.
Pencemaran udara Payakumbuh dan Limapuluh Kota dipertegas dengan hasil laporan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kemenkes dari Medan, yang sudah menguji kualitas udara Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Hasilnya, udara di daerah ini mengandung particulate matter (PM-10) berlebih, berbahaya bagi paru-paru.
Menurut Irene dan Kadis Kesehatan Payakumbuh Elzadaswarman, kandungan PM-10 tak boleh lebih di atas 150 Psi. Di kota ini, sudah mencapai 158 lebih Psi.
Berdasarkan laporan tim teknis dari SKPD terkait itu, makanya Walikota Riza Falepi, langsung meliburkan sekolah selama dua hari, dengan ketentuan sekolah harus memberi tugas yang banyak buat dikerjakan di rumah, agar anak didik yang jumlahnya mencapai 41.377 orang itu tidak keluar rumah. Rincian pelajar Payakumbuh yang dirumahkan itu, terdiri dari TK/RA 2.892 orang, SD/MI 17.621 orang, SLB 348 orang, SMP 6.994 orang, MTs 2.323 orang, SMA 4.419 orang, SMK 5.343 orang dan MAN 1.437 orang.
Terkait dengan kabut asap tebal itu, Dinkes Payakumbuh bersama SKPD terkait membuka Posko Kesehatan/Siaga Bencana di empat titik sejak Senin (10/3) hingga kabut asap sudah menipis. Keempat posko itu berlokasi di depan eks kantor bupati di Jalan Sudirman, di Medan nan Bapaneh Ngalau Indah, di GOR Kuibu Gadang dan di pertigaan Kelurahan Tanjung Anau di batas kota bagian timur.
Menurut sekdako, petugas posko siap membantu warga jika ingin memeriksa kesehatannya, sambil memberikan masker. Hanya saja, jumlah masker yang dibagi sangat terbatas sekali, katanya.
Sumber: payakumbuhkota.go.id
Home







0 komentar:
Posting Komentar